Masjid Istiqlal Sediakan Lahan Parkir Jemaat Gereja Katedral

Masjid Istiqlal menyediakan lahan parkir baik motor dan mobil bagi para jemaat Gereja Katedral yang ingin melaksanakan misa malam Natal di Jakarta Pusat.

"Biasa memang setiap tahun memang digunakan parkir, agar tidak macet, hari Natal juga sama saja bisa parkir di area Istiqlal," kata salah satu petugas penjaga parkir, Dwi seperti dikutip dari Antara di Jakarta, Sabtu malam (24/12/2016).

Terlihat jemaat Gereja Katedral masih ada berdatangan menyeberang keluar dari area parkir masjid menuju gereja.

Lalu lintas jalan kawasan Lapangan Banteng atau Gereja Katedral menuju Juanda dan Pasar Baru, Jakarta, terpantau padat merayap hingga pukul 21.00 WIB.

Berdasarkan pantauan, beberapa mobil yang terparkir di pinggir jalan Masjid Istiqlal dan sepanjang jalan hingga Pasar Baru membuat jalan menjadi menyempit.

Petugas Dinas Perhubungan dan Polisi Lalu Lintas terus sibuk melarang mobil dan motor berhenti menurunkan penumpang di sekitar gereja, agar tidak membuat macet. Lahan parkir Masjid Istiqlal juga diperuntukkan untuk parkir jemaat Gereja Katedral

Sedangkan, informasi dari Kepala Subbagian Humas Polres Metro Jakarta Pusat Komisaris Polisi Suyatno sebanyak 116 petugas gabungan dari Polri, TNI dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) mengamankan kegiatan misa malam Natal di Gereja Katedral.

"Jumlah personel bisa bertambah tergantung perkembangan di lapangan," kata Kepala Subbagian Humas Polres Metro Jakarta Pusat Komisaris Polisi Suyatno.

Kompol Suyatno mengatakan petugas gabungan itu akan mengamankan ibadah misa Natal mulai Sabtu hingga Minggu besok 25 Desember 2016.

Petugas akan memantau dan mengawasi kegiatan di sekitar Gereja Katedral guna mengantisipasi aksi mencurigakan selama proses ibadah misa Natal.

Pihak kepolisian menyiapkan alat pendeteksi logam (metal detector) untuk memeriksa setiap barang bawaan pengunjung gereja.

Selain itu, anggota Satuan Brimob Polda Metro Jaya juga mensterilkan situasi dan kondisi dengan menyisir setiap sudut di Gereja Katedral.
Tanggal 25 Desember oleh  |  

Sertifikasi Guru di Bekasi Habiskan Rp 60 Miliar

Kebutuhan anggaran untuk sertifikasi guru di Bekasi pada 2016 mencapai Rp 60 miliar. Dinas Pendidikan Kota Bekasi, Jawa Barat, mencatat ada 5.000 guru yang masuk dalam program tersebut.

"Pada triwulan akhir 2016, Pemerintah Kota Bekasi sudah mengeluarkan Rp60 miliar karena setiap guru memerlukan anggaran sekitar Rp2 juta untuk kebutuhan sertifikasi," kata Sekretaris Disdik Kota Bekasi Dede Kusmayadi, Jumat 23 Desember 2016 seperti dilansir dari Antara.

Menurut dia, peserta sertifikasi itu merupakan guru yang telah berstatus sebagai aparatur sipil negara (ASN).

Dia menyebutkan dari 5.000 peserta yang didaftarkan, sebanyak 31 orang di antaranya gagal mengikuti sertifikasi pada 2016 akibat kendala teknis persyaratan.

"Mereka yang batal dalam sertifikasi kemarin lebih dikarenakan belum turunnya surat keputusan dari pihak kementerian," ujar Dede di Bekasi.

Dia mengatakan seluruh dana kegiatan sertifikasi itu berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2016.

"Kami tidak mengutak-atik anggaran daerah untuk kegiatan itu. Semuanya dari pusat," ucap Dede.

Data yang dihimpun dari Dinas Pendidikan Kota Bekasi menyebutkan, jumlah guru yang belum tersertifikasi di daerah ini sebanyak 11.500 orang. Guru-guru ini tersebar di sekolah swasta.

Hal itu, karena mereka belum mengikuti uji kompetensi guru (UKG) ataupun mengikuti pendidikan dan pelatihan, termasuk masa kerja di atas 5 tahun.

"Sertifikasi ini akan terus berlanjut secara bertahap pada tahun-tahun berikutnya," kata Dede.
Tanggal 24 Desember oleh  |  

KPK Periksa Suami Inneke Koesherawati

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa Direktur Utama PT Melati Technofo Indonesia (MTI) Fahmi Darmawansyah. Suami artis Inneke Koesherawati itu diperiksa sebagai saksi kasus dugaan suap terkait pengadaan alat monitoring satelit di Badan Keamanan Laut (Bakamla).

"Saudara FD (Fahmi Darmawansyah) sudah datang hari ini, penjadwalan ulang pemanggilan kemarin," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Jakarta, Jumat (23/12/2016)

Terakhir, Fahmi dipanggil pada Kamis 22 Desember 2016. Akan tetapi, dia tidak memenuhi panggilan dan meminta penjadwalan ulang. Pada perkara ini, Fahmi juga telah menjadi tersangka.

Febri menjelaskan Fahmi, pergi keluar negeri sebelum terjadi Operasi Tangkap Tangan (OTT) pada 14 Desember 2016.

Kasus ini bermula dari Operasi Tangkap Tangan KPK pada Rabu 14 Desember 2016 terhadap Deputi Bidang Informasi, Hukum dan Kerja Sama Bakamla merangkap Kuasa Pengguna Anggaran Edi Susilo Hadi, dan tiga orang pegawai PT MTI bernama Hardy Stefanus, Muhammad Adami Okta dan Danang Sri Radityo di dua tempat berbeda di Jakarta.

Eko diduga menerima Rp 2 miliar sebagai bagian dari Rp 15 miliar, komitmen bayaran 7,5 persen dari total anggaran pengadaan alat monitoring satelit yang nilainya Rp 200 miliar.

KPK baru menetapkan Eko sebagai tersangka penerima suap dan Hardy, Muhammad Adami Okta serta Fahmi sebagai tersangka pemberi suap. Danang masih berstatus sebagai saksi.

Paket Pengadaan Monitoring Satelit Bakamla dengan nilai pagu paket Rp 402,71 miliar sudah selesai lelang pada 9 Agustus 2016. Pemenang tendernya PT MTI yang beralamat di Jalan Tebet Timur Dalam Raya Jakarta Selatan.
Tanggal 23 Desember oleh  |  

Om Telolet Om Menggema 1,2 Juta Kali di Twitter

Om Telolet Om (#OmTeloletOm) seketika menjadi viral di linimasa Twitter. Menurut data yang kami peroleh dari Twitter Indonesia, setidaknya Om Telolet Om menggema 1,2 juta kali hingga tanggal 21 Desember, pukul 23.30 WIB.

Puncak percakapan mengenai topik ini terjadi pada pukul 12.33 WIB, dengan kisaran 1.800 kicauan per menit. Hal ini lantaran topik ini menyebar dengan sangat masif di Twitter oleh pengguna, terutama pengguna Indonesia.

Selebritas dunia pun ikut-ikutan berkicau meski tak tahu artinya karena mereka kebanjiran mention dari pengguna Indonesia.

Tak hanya pengguna Twitter, sejumlah pengembang aplikasi dan gim mobile lokal mengambil langkah strategis dengan meluncurkan aplikasi bertopik Om Telolet Om. 

Pantauan Tekno menunjukkan beberapa aplikasi dan gim mobile dengan embel-embel Om Telolet Om atau Telolet 'mewabah' ke Google Play Store. Tentunya aplikasi dan gim itu dapat kamu unduh secara cuma-cuma.

Salah satu aplikasi tersebut adalah gim berjudul IDBS Bus Simulator buatan IDBS Studio. Mengusung genre simulasi, di gim ini kamu akan mengendalikan beberapa pilihan bus yang beroperasi di Indonesia. Dengan tombol virtual yang disediakan, kamu dapat mengendarai bus itu sekaligus membunyikan klakson berbunyi 'telolet'.
Tanggal 22 Desember oleh  |  

3 Jasad Terduga Teroris Tangsel Dibawa ke RS Polri Kramatjati

Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror menggerebek dua lokasi di Kelurahan Babakan Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) yang diduga menjadi persembunyian teroris. Pada saat penggerebekan tersebut, tiga terduga teroris tewas karena melawan dan satu orang ditangkap.

Karo Penmas Polri Brigjen Polisi Rikwanto menuturkan, penggerebekan teroris bermula dari penangkapan warga bernama Adam yang mengaku akan melakukan aksi teror. Polisi kemudian menggerebek lokasi komplotan Adam.

Sebanyak tiga orang yang berada di kontrakan itu kemudian diminta menyerah namun melawan. Mereka melempar bom ke arah Densus.

"Alhamdulilah bom tidak meledak dan melakukan penindakan tegas," kata Rikwanto di Mabes Polri, Rabu (21/12/2016).

Rikwanto mengatakan, setelah situasi aman, Densus kemudian memasuki kontrakan. Tiga orang yang berada di dalam rumah sudah meninggal. Jenazah mereka akan dipindahkan ke RS Polri, Kramatjati, Jakarta Timur dengan ambulans.

"Ke RS Kramatjati," kata Rikwanto.

Rikwanto menuturkan, ketiga terduga teroris Tangerang Selatan yang meninggal tersebut bernama Omen, Helmi, dan Irwan.

Tanggal 21 Desember oleh  |  

Manfaatkan Bebas Visa, WNA China Berulah di RI

Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (F-PKS) di DPR meminta pemerintah mengevaluasi kebijakan bebas visa. Pasalnya, laporan pelanggaran warga negara asing (WNA) asal China di wilayah NKRI dianggap sudah pada taraf yang mengkhawatirkan dan meresahkan.

F-PKS di DPR memandang pelanggaran WNA China, itu tidak bisa dilepaskan dari sejumlah kebijakan pemerintah yang melonggarkan sejumlah kebijakan seperti bebas visa.

‎Ketua F-PKS di DPR Jazuli Juwaini berpendapat, kejadian diamankannya WNA berkebangsaan China yang kedapatan bertanam cabai mengandung bakteri berbahaya, patut menjadi perhatian serius.

Tidak berselang lama, fenomena munculnya bendera-bendera asing di bumi pertiwi yang bukan pada tempatnya dan terjadi di beberapa wilayah, kemudian maraknya tenaga kerja asing dan tidak sedikit yang ilegal.

"Sementara warga setempat sulit mencari makan, sehingga menimbulkan kecemburuan dan gesekan," kata Jazuli di Jakarta, Senin (19/12/2016).

Berbagai peristiwa tersebut dinilainya, menjadi catatan yang kesekian kalinya tentang munculnya kekhawatiran dugaan pelanggaran yang dilakukan WNA China, yang memanfaatkan kebijakan pemerintah terkait pembebasan visa.

Jazuli mengatakan, pemerintah harus serius merespons kekhawatiran dan keresahan masyarakat, dengan menimbang secara cermat antara target yang ingin dicapai dan ekses negatif dari kebijakan tersebut.

‎Berdasarkan catatan data Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham), pertengahan tahun ini, WNA China paling banyak melanggar kebijakan bebas visa adalah Tiongkok, Bangladesh, Filipina, Irak, Malaysia, Vietnam, Myanmar, India, dan Korea Selatan.

Warga negara Tiongkok masih menduduki peringkat pertama dengan jumlah yang cukup signifikan, yaitu 1.180 pelanggaran pada Januari-Juli 2016. Sementara urutan berikutnya diikuti warga negara Banglades (172), Filipina (151), dan Irak (127).

‎"Kita tentu tidak antiasing karena pergaulan antarbangsa, antarnegara adalah sebuah keniscayaan apalagi di era globalisasi sekarang," ungkap anggota Komisi I DPR ini.


Tanggal 20 Desember oleh  |  

Kecelakaan Hercules, Jokowi Minta Perawatan Pesawat Dijaga

Pesawat Hercules TNI AU C-130 HS dengan kode penerbangan A-1334, jatuh Minggu pagi kemarin di Wamena, Papua dalam misi penerbangan latihan Timika-Wamena.

Presiden Joko Widodo pun sudah mendengar kabar tersebut. "Kecelakaan di Wamena sudah disampaikan staf kepala negara," ujar Jokowi di Gedung Bank Indonesia, Jakarta, Senin (19/12/2016).

Kecelakaan itu, kata Jokowi, akibat cuaca buruk dan keadaan alam yang penuh perbukitan. Namun, Jokowi meminta agar perawatan pesawat TNI AU harus terus dijaga. "Tapi apa pun (penyebabnya) maintanance harus dijaga," kata dia.

"Tidak hanya kecelakaan di Wamena tapi kecelakaan lainnya bagi TNI dan Polri perlu dilihat akar masalahnya apa," tandas Jokowi.

Pesawat Hercules C-130 yang jatuh di Wamena Papua dan menewaskan 12 kru dan seorang penumpang itu termasuk sedang menjalani proses upgrade. Secara keseluruhan, tahapan yang dijalani sudah sesuai standar operasional prosedur.
Tanggal 19 Desember oleh  |